Register
Headlines
Mengikuti Muslim Exchange Program ke Australia PDF Cetak Email
Selasa, 06 Mei 2014 13:51

Nor Ismah bersama empat orang kader muda NU mengikuti program Australia-Indonesia Muslim Exchange (MEP) di Australia selama dua pekan. Mereka adalah Siti Tarawiyah, pengurus Fatayat wilayah Kalimantan Selatan, Sukron Makmun dari Ansor Cabang Salatiga, Ikfina Maufuriyah, salah seorang dewan guru pondok pesantren Hasyim Asy’ari, dan Zahrul Fata pengelola, salah satu pesantren di Jombang. Mereka meninggalkan Jakarta pada Ahad, 30 Maret 2014, dan akan tiba kembali di Indonesia pada Senin, 14 April 2014.

“Saya banyak mendapatkan inspirasi terkait program-program dan kegiatan untuk remaja, khususnya dalam hal dialog antar agama dan memahami perbedaan,” jelas Ikfina Maufuriyah dengan nada senang. Saat ini ia bersama teman-teman di Jepara dari berbagai background agama, etnis, dan budaya, tengah menginisiasi komunitas antaragama.

Para peserta mendapat kesempatan bertemu komunitas muslim, pemeluk Kristen, Yahudi dan Buddha, organisasi yang bergerak di bidang interfaith dialog, beberapa universitas dan sekolah-sekolah muslim selama di Australia. Perjalanan dimulai dari Melbourne, Shepparton, Canberra, dan berakhir di Sydney. Ketika di Melbourne, setiap peserta mendapat kesempatan untuk tinggal selama semalam bersama host family yang berbeda-beda, sehingga mereka bisa melihat lebih dekat kehidupan Muslim dan umat beragama lainnya di Australia.

 
Belajar Bersama di Sekolah Tinggi Agama Budha Kertarajasa Malang PDF Cetak Email
Minggu, 23 Maret 2014 04:18

 

Memasuki pintu gerbang sekolah tinggi agama buddha (STAB) kertarejasa, sepasang gapura hitam menyambut dengan kokohnya. Terletak di kota Batu, lingkungan STAB terlihat sejuk dan asri. Dingin pagi menyentuh pori-pori kulit kami yang baru tiba dari perjalanan jauh Jogjakarta-Malang. Burung-burung tampak beterbangan, bersiul-siul menyemarakkan pagi. Saya dan Halimah mendapat kesempatan berkunjung ke STAB atas undangan Mbak Efi Latifah, dosen Bahasa Indonesia STAB. Kami akan belajar dan berbagi bersama mahasiswa STAB tentang menulis cerpen. Dan tentu saja ini pengalaman pertama bagi kami untuk masuk ke dalam kelas, berhadapan dengan para sam dan sila dengan uniform mereka yang khas.

Kelas pagi dimulai pukul 09.00. Para sam, mahasiswa laki-laki yang berpakaian warna coklat-orange, dan para sila, mahasiswa perempuan yang berpakai putih, sudah duduk di bangku masing-masing. Kelas mereka tidak dipisah seperti kebanyakan kelas sekolah-sekolah di pesantren. Kami diperkenalkan oleh Mbak Latifah, sebelum masuk ke sesi membaca cerita pendek. Mereka terlebih dahulu dibagi ke dalam kelompok, membaca cerpen yang sama untuk satu kelompoknya. Kami juga menyediakan toolkit untuk memandu mereka memahami cerita dan membuat kerangka cerita sendiri. Suasana hening. Mereka khusyuk membaca.

 
Apresiasi Sastra di MI Sultan Agung Yogyakarta PDF Cetak Email
Rabu, 19 Maret 2014 16:13

 

Siang itu Masjid Sultan Agung tampak ramai. Usai shalat, para siswa-siswi kelas 4 dan 5 tak langsung meninggalkan masjid. Mereka akan mengepresiasi sastra bersama Isma Kazee dan Anis Samara dari Matapena Kids. Lalu apa yang mereka lakukan? Pertama teman-teman kecil ini diajak berkenalan dan berbagi tentang bagaimana cara membaca puisi dan cerita. Mereka hebat-hebat. Misalnya Kayla, ia mengatakan, untuk membaca puisi yang bagus harus berirama dan jelas. Lalu, Nabila juga menjelaskan, "Harus dengan intonasi." Pendek kata, mereka sudah mengerti teori membaca puisi dan cerita.

Lalu Anis Samara mengajak teman-teman ini bermain cermin untuk mengekspresikan rasa marah, sedih, gembira melalui raut muka. Suasana menjadi semakin seru. Lumayan repot juga mengatur anak-anak yang berjumlah kurang lebih 70 orang itu. Apalagi ketika sampai pada ekspresi marah, mereka langsung meninju, memukul, dan menendang. Karena yang sedang berkaca juga menirukan, akhirnya ada seorang anak yang terkena pukulan.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Berita

Mengikuti Muslim Exchange Program ke Australia

Nor Ismah bersama empat orang kader muda NU mengikuti program Australia-Indonesia Muslim Exchange (MEP) di Australia selama dua pekan. Mereka adalah Siti Tarawiyah, pengurus Fatayat wilayah Kalimantan Selatan, Sukron Makmun dari Ansor Cabang Salatiga, Ikfina Maufuriyah, salah seorang dewan guru pondok pesantren Hasyim Asy’ari, dan Zahrul Fata pengelola, salah satu pesantren di Jombang. Mereka meninggalkan Jakarta pada Ahad, 30 Maret 2014, dan akan tiba kembali di Indonesia pada Senin, 14 April 2014.

“Saya banyak mendapatkan inspirasi terkait program-program dan kegiatan untuk remaja, khususnya dalam hal dialog antar agama dan memahami perbedaan,” jelas Ikfina Maufuriyah dengan nada senang. Saat ini ia bersama teman-teman di Jepara dari berbagai background agama, etnis, dan budaya, tengah menginisiasi komunitas antaragama.

Para peserta mendapat kesempatan bertemu komunitas muslim, pemeluk Kristen, Yahudi dan Buddha, organisasi yang bergerak di bidang interfaith dialog, beberapa universitas dan sekolah-sekolah muslim selama di Australia. Perjalanan dimulai dari Melbourne, Shepparton, Canberra, dan berakhir di Sydney. Ketika di Melbourne, setiap peserta mendapat kesempatan untuk tinggal selama semalam bersama host family yang berbeda-beda, sehingga mereka bisa melihat lebih dekat kehidupan Muslim dan umat beragama lainnya di Australia. selengkapnya...

Tanya Jawab

bagaimana untuk mengisi rayon dalam formulir pendaftaran sedangkan di daerah ponorogo belum terdapat rayon komunitasnya?trms...
tentang yang mengikuti beasiswa santri menulis di jombang kmren bgaimna klanjutannya?

FB FanPage



Matapena Program

Subscribe

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini86
mod_vvisit_counterMinggu ini86
mod_vvisit_counterBulan ini86
mod_vvisit_counterTotal53434

Jajak Pendapat

Tanggapan Anda tentang Matapena
 

Video Galeri

Twitter

Galeri Kegiatan