Register
Headlines
Training Membuat Media Promosi Kesehatan PDF Cetak Email
Sabtu, 27 September 2014 00:00

 

 

Remaja santri itu tampak malu-malu, demikian juga empat orang temannya yang kebetulan satu kelompok. "Mbak, ganti tema saja ya. Risih saya menulisnya," ucapnya. Nor Ismah, salah satu fasilitator dari Matapena, balik bertanya, "Memangnya reproduksi itu apa sih?" Yang ditanya lagi-lagi tersenyum malu. "Saya ngerti artinya Mbak, tapi tidak bisa mengungkapkan," jawabnya polos.

Obrolan ringan itu terjadi pada saat teman-teman peserta training sedang akan menentukan tema dan informan untuk interview. Kelompok mereka kebagian mengangkat issue kesehatan reproduksi santri, namun bagi mereka issue tersebut masih terdengar tabu didengar dan dibicarakan. Isma lalu coba mengaitkan kesehatan reproduksi dengan materi fikih yang menjadi materi kajian mereka sehari-hari. Bahwa mereka sebenarnya juga sudah belajar tentang reproduksi, hanya istilah dan perspektifnya saja yang berbeda.

Training Membuat Media Promosi Kesehatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Yayasan Jannur dengan Komunitas Matapena yang didampingi oleh Nor Ismah dan Pijer Sri Laswiji. Dua puluh orang santri perwakilan dari pesantren-pesantren di sekitar Yogyakarta berkumpul pada 27 September 2014 di Balai Pelatihan Kementerian Sosial Yogyakarta. Kegiatan dimulai pukul 13.00 hingga 21.30 malam. Mayoritas peserta adalah laki-laki, hanya sekitar lima peserta perempuan yang ikut. Dengan training ini, para peserta diharapkan bisa menulis dan mempromosikan pola hidup sehat ala pesantren sekaligus membagi informasi seputar kesehatan kepada para santri dan masyarakat.

 
Mengikuti Muslim Exchange Program ke Australia PDF Cetak Email
Selasa, 06 Mei 2014 13:51

Nor Ismah bersama empat orang kader muda NU mengikuti program Australia-Indonesia Muslim Exchange (MEP) di Australia selama dua pekan. Mereka adalah Siti Tarawiyah, pengurus Fatayat wilayah Kalimantan Selatan, Sukron Makmun dari Ansor Cabang Salatiga, Ikfina Maufuriyah, salah seorang dewan guru pondok pesantren Hasyim Asy’ari, dan Zahrul Fata pengelola, salah satu pesantren di Jombang. Mereka meninggalkan Jakarta pada Ahad, 30 Maret 2014, dan akan tiba kembali di Indonesia pada Senin, 14 April 2014.

“Saya banyak mendapatkan inspirasi terkait program-program dan kegiatan untuk remaja, khususnya dalam hal dialog antar agama dan memahami perbedaan,” jelas Ikfina Maufuriyah dengan nada senang. Saat ini ia bersama teman-teman di Jepara dari berbagai background agama, etnis, dan budaya, tengah menginisiasi komunitas antaragama.

Para peserta mendapat kesempatan bertemu komunitas muslim, pemeluk Kristen, Yahudi dan Buddha, organisasi yang bergerak di bidang interfaith dialog, beberapa universitas dan sekolah-sekolah muslim selama di Australia. Perjalanan dimulai dari Melbourne, Shepparton, Canberra, dan berakhir di Sydney. Ketika di Melbourne, setiap peserta mendapat kesempatan untuk tinggal selama semalam bersama host family yang berbeda-beda, sehingga mereka bisa melihat lebih dekat kehidupan Muslim dan umat beragama lainnya di Australia.

 
Belajar Bersama di Sekolah Tinggi Agama Budha Kertarajasa Malang PDF Cetak Email
Minggu, 23 Maret 2014 04:18

 

Memasuki pintu gerbang sekolah tinggi agama buddha (STAB) kertarejasa, sepasang gapura hitam menyambut dengan kokohnya. Terletak di kota Batu, lingkungan STAB terlihat sejuk dan asri. Dingin pagi menyentuh pori-pori kulit kami yang baru tiba dari perjalanan jauh Jogjakarta-Malang. Burung-burung tampak beterbangan, bersiul-siul menyemarakkan pagi. Saya dan Halimah mendapat kesempatan berkunjung ke STAB atas undangan Mbak Efi Latifah, dosen Bahasa Indonesia STAB. Kami akan belajar dan berbagi bersama mahasiswa STAB tentang menulis cerpen. Dan tentu saja ini pengalaman pertama bagi kami untuk masuk ke dalam kelas, berhadapan dengan para sam dan sila dengan uniform mereka yang khas.

Kelas pagi dimulai pukul 09.00. Para sam, mahasiswa laki-laki yang berpakaian warna coklat-orange, dan para sila, mahasiswa perempuan yang berpakai putih, sudah duduk di bangku masing-masing. Kelas mereka tidak dipisah seperti kebanyakan kelas sekolah-sekolah di pesantren. Kami diperkenalkan oleh Mbak Latifah, sebelum masuk ke sesi membaca cerita pendek. Mereka terlebih dahulu dibagi ke dalam kelompok, membaca cerpen yang sama untuk satu kelompoknya. Kami juga menyediakan toolkit untuk memandu mereka memahami cerita dan membuat kerangka cerita sendiri. Suasana hening. Mereka khusyuk membaca.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Berita

Mengikuti Muslim Exchange Program ke Australia

Nor Ismah bersama empat orang kader muda NU mengikuti program Australia-Indonesia Muslim Exchange (MEP) di Australia selama dua pekan. Mereka adalah Siti Tarawiyah, pengurus Fatayat wilayah Kalimantan Selatan, Sukron Makmun dari Ansor Cabang Salatiga, Ikfina Maufuriyah, salah seorang dewan guru pondok pesantren Hasyim Asy’ari, dan Zahrul Fata pengelola, salah satu pesantren di Jombang. Mereka meninggalkan Jakarta pada Ahad, 30 Maret 2014, dan akan tiba kembali di Indonesia pada Senin, 14 April 2014.

“Saya banyak mendapatkan inspirasi terkait program-program dan kegiatan untuk remaja, khususnya dalam hal dialog antar agama dan memahami perbedaan,” jelas Ikfina Maufuriyah dengan nada senang. Saat ini ia bersama teman-teman di Jepara dari berbagai background agama, etnis, dan budaya, tengah menginisiasi komunitas antaragama.

Para peserta mendapat kesempatan bertemu komunitas muslim, pemeluk Kristen, Yahudi dan Buddha, organisasi yang bergerak di bidang interfaith dialog, beberapa universitas dan sekolah-sekolah muslim selama di Australia. Perjalanan dimulai dari Melbourne, Shepparton, Canberra, dan berakhir di Sydney. Ketika di Melbourne, setiap peserta mendapat kesempatan untuk tinggal selama semalam bersama host family yang berbeda-beda, sehingga mereka bisa melihat lebih dekat kehidupan Muslim dan umat beragama lainnya di Australia. selengkapnya...

Tanya Jawab

assalamu'alaikum maaf saya punya kartu anggota matapena.. tapi yang saya tanyakan, saya kok buta informasi tentang matapena? terimakasih
gimana cara mau ikut IPNU daerah yogyakarta ??

FB FanPage



Matapena Program

Subscribe

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini58
mod_vvisit_counterMinggu ini58
mod_vvisit_counterBulan ini1971
mod_vvisit_counterTotal58043

Jajak Pendapat

Tanggapan Anda tentang Matapena
 

Video Galeri

Twitter

Galeri Kegiatan